METODE DAKWAH RASUL DAN MATERI DAKWAH

Posted by ecoz hantu_laut Rabu, 26 Oktober 2011 1 komentar
LATAR BELAKANG
Metode dakwah Rasulullah SAW pada awalnya dilakukan melalui pendekatan individual (personal approach) dengan mengumpulkan kaum kerabatnya di bukit Shafa. Kemudian berkembang melalui pendekatan kolektif seperti yang dilakukan saat berdakwah ke Thaif dan pada musim haji. Ada yang berpendapat bahwa berdakwah itu hukumnya fardhu kifayah,dengan menisbatkan pada lokasi-lokasi yang didiami para dai dan muballigh.Artinya
,jika pada satu kawasan sudah ada yang melakukan dakwah, maka dakwah ketika itu hukumnya fardhu kifayah.Tetapi jika dalam satu kawasan tidak ada orang yang melakukan dakwah padahal mereka mampu, maka seluruh penghuni kawasan itu berdosa di mata Allah, Dengan demikian sebenarnya dakwah merupakan kewajiban dan tugas setiap individu,Jadi pada dasarnya setiap muslim wajib melaksanakan dakwah Islamiyah, karena merupakan tugas ‘ubudiyah dan bukti keikhlasan kepada Allah SWT. Penyampaian dakwah Islamiyah haruslah disempurnakan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga cahaya hidayah Allah SWT tidak terputus sepanjang masa. Para rasul dan nabi adalah tokoh-tokoh dakwah yang paling terkemuka dalam sejarah umat manusia, karena mereka dibekali wahyu dan tuntunan yang sempurna. Dibanding mereka, kita memang belum apa-apa. Akan tetapi sebagai dai dan muballigh, kita wajib bersyukur karena telah memilih jalan yang benar, yakni bergabung bersama barisan para rasul dan nabi dalam menjalankan misi risalah Islamiyah. Konsekuensi dari pilihan itu kita harus senantiasa berusaha mengikuti jejak para nabi dan rasul dalam menggerakkan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, dalam kondisi dan situasi bagaimanapun. Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Tantangan itu muncul dalam berbagai bentuk kegiatan masyarakat modern, seperti perilaku dalam mendapatkan hiburan (entertainment), kepariwisataan dan seni dalam arti luas, yang semakin membuka peluang munculnya kerawanan-kerawanan moral dan etika. Kerawanan moral dan etik itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong oleh kemajuan alat-alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi, keping-keping VCD, jaringan Internet, dan sebagainya.
Dakwah Rasulullah Saw Menurut History Islam (Periode Mekah-Madinah). Kata Kunci:Dakwah,Rasulullah History Islam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dakwah Rasulullah.menurut History Islam (Periode Mekah-Madinah) penelitian telaah pustaka denganmetode diskriptif ini menggunakan literature sebagai alat pengumpul data.Analisis yang digunakan yaitu reduksi data,penyajian data,dan penarikan kesimpulan.
Rasul Muhammad Saw.Adalah seorang pemimpin agama dan pemimpin negara yang mempunyai kepribadian terpuji.Beliau adalah panutan terbaik (uswatun hasanah) bagi umat muslim diseluruh dunia Islam.Melaui organisasi dakwah Islamiyah,Rasulullah mampu mengubah jalannya sejarah dan mempengaruhi secara besar-besaran perkembangan penyiaran Islam dari masa jahiliyah (pra Islam) menuju masa peradaban Islam.Dakwah Rasulullah Saw periode Mekah Medinah bertujuan membentuk pribadi muslim(diMekah)bersifat majemuk sebagai unsur mutlak.Membangun pemerintahan Islam di Madinah dimana komunitas penduduk Madinah bersifat plural. Kemajemukan di Madinah tercermin dengan adanya perbedaan agam,suku,maupun golongan dan untuk mewujudkan toleransi antar sesame melalui organisasi dakwah Islamiyah.Keberhasilan Rasulullah dalam membangun pemerintahan ditandai dengan dibuatnya piagam Madinah sebagai Undang-Undang yang mengatur komunitas penduduk Madinah yang plural.Hal itu tidak terlepas dari upayanya dalam memperjuangkan dan mendawahkan Islam,sehingga beliau dikenal.sebagai rasul yang amat disegani dan mendapatkan simpati dari umat Islam di Mekah dan Madinah pada saat itu dan dunia Islam pada umumnya.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa,Rasulullah Saw merupakanRasul pemimpin agama serta pemimpin negara yang telah memberikan tauladanterbaik dalam aktivitas dakwah Islamiyah bagi umat muslim diMekah Madinah  dan
seluruh umat muslim di dunia pada umumnya.Pokok pikiran Rasulullah Saw dalam
dakwah terletak pada upaya bagaimana mentransformasikan Islam kepada semua sisi kehidupan yang pluralistik.Dakwah Rasulullah pada prinsipnya berintikan pada satu keingginan yaitu terbangunnya sebuah kehidupan yang Islami dengan toleransi
dimuka bumi ini diawali dari tingkat individu,keluarga masyaraka,pemerintah
sampai pada tingkat peradapan yang diakhiri dengan kembalinya kepemimpinan ditangan umat muslim.
Untuk mewujudkannya ada tiga tahapan yang harus dilakukan
yaitu ta’rif (tahapan seruan, pengenalan, penyebaran fikrah dan menyampaikannya
kepada seluruh lapisan masyarakat),takwin (menyeleksi pendukung,mempersiapkan pasukan dan memobilisasi shof dari kalangan para mad’u) dan tanfidz (tahap aksi dan produksi).Dakwah yang dijalankan oleh Rasulullah Saw mempunyai ciri-ciri
tersendiri,hal ini sebagai manifestasi terhadap dakwah yang dilakukannya,tetapi ada juga yang berdakwah melebih-lebih kan sehingga di sebut ekstrim itu bisa saja menyebabkan kesyirikan dan mengkafirkan kaum muslimin.

TUJUAN PENULISAN
·         Ingin mengetahui tatacara dakwah rasullullah saw
·         Tempat-tempat Rasullullah saw berdakwah
·         Tujuan dakwah Rasullullah saw
·         Tahapan dakwah rasullullah saw




BAB II
Metode dakwah Rasullullah
                      Sejarah kehidupan Nabi (sirah nabiwiyah) merupakan praktek nyata dari manhaj (metode) dakwah Nabi saw ini. Maka dari itu, kita dapat merumuskan dasar-dasar dan unsur-unsur metode dakwah Nabi ini melalui berbagai peristiwa dan realitas yang terjadi dalam sejarah kehidupan Nabi saw.Seorang da’i termasuk golongan orang-orang pilihan,terbaik dan paling di cintai Allah swt. Maka,sudah seharusnya bila perkataannya adalah sebagus-bagus ucapan di muka bumi.Tugas seorang“penyampai” yang terang,menuntut adanya keteguhan dalam menetapi aturan atau metode (manhaj) yang benar Maka,Dakwah merupakan salah satu penentu tercapainya kebahagian di dunia dan di akhirat akan tetapi pencampur-adukan antara aturan (manhaj) dan cara (thariqah)dakwah,antara substansi dan metode,antara visi dan teknik, telah menjerumuskan sebagian juru dakwah ke dalam kubangan hasil yang salah. Dampaknya pun sangat fatal, yaitu terjadinya pengubahan (tahrif) dan penyimpangan (tamyi’) misi utama dakwah.
            Menurut sifatnya, media dakwah itu ada dua; media yang bersifat taiqifiyah (tidak membutuhkan ijtihad) dan media yang bersifat ijtihadiyah (membuka peluang ijtihad). Apabila yang dimaksud dengan sarana-sarana dakwah itu adalah metode yang senantiasa ditempuh para nabi dalam berdakwah kepada Allah swt., seperti misalnya; kemestian memulai dakwah dengan menekankan pada akidah, mengikis kemusyrikan dengan berbagai bentuknya dan menumpas musuh-musuh agama, maka media inilah yang disebut dengan media tauqifiyah; tidak membutuhkan ijtihad
 Tujuan dakwah, juga akan terwujud bila dilakukan dalam kerangka metode (manhaj) yang jelas; metode yang memberikan batasan visi dan misi yang jelas serta dapat mencegah terjadinya kerancuan pemahaman, ketumpang tindihan antara tujuan dan sarana, ketidak teraturan fase-fase yang harus dilalui, dan terjadinya penyimpangan tujuan terpenting dakwah demi mengejar kepentingan parsial dan sesaat, atau mengejar hasil secepatnya dengan kekuatan sebelum waktunya, atau hanya sekedar menuruti hawa nafsu dan ke-jumud-an dalam masalah-masalah furu’iyah (sekunder) yang disebabkan oleh rendahnya wawasan dan pengetahuan
 Adapun karakteristik dari manhaj nabi ini adalah
1.    Manhaj yang pijakan, tujuan, prinsip-prinsip, dasar-dasar dan titik-titik perhatiannya dari wahyu.
2.    Manhaj yang komprehensif (meliputi semua hal) dan integral, yakni mencakup seluruh persoalan dakwah, baik dalam hal keilmuan, praktek, pemikiran, perilaku, akidah dan syariat.
3.    Manhaj yang mengajarkan kepada para da’i bagaimana menghadapi suatu realitas dengan berdasarkan pada pengetahuan yang akurat dan analisa yang cermat untuk mengetahui inti persoalan itu, sehingga dapat mengetahui hukumnya yang benar dan menentukan hukum syariat yang dibutuhkan untuk menghadapi realitas tersebut.dan tidak menjadikan da’i bingung dalam masalah tersebut itu lagi
Perlu diketahui, manhaj dakwah Nabi ini merupakan satu-satunya kerangka acuan yang tidak bisa di tinggalkan oleh seorang da’i yang mengharapakan keselamatan dunia dan akhirat. Pasalnya, manhaj ini menjamin seorang da’i untuk dapat benar-benar mengikuti tuntunan Rasulullah saw. yang menjamin keselamatan dakwahnya dari penyelewengan dan penyimpangan. Yang jelas melalui manhaj Nabi ini kita akan mengetahui, bahwa Rasulullah saw. Senantiasa memjalankan dakwahnya berdasarkan wahyu Allah. Dalam arti, sesuai dengan manhaj yang telah di tentukan Allah, tahap-tahapan yang diputuskan Allah, dan sebab-sebab yang telah ditentukan hikmah-hikmahnya oleh kebijakan agung Allah: yang pada tahap tertentu para da’i tidak akan menguak beberapa di antaranya dan hanya boleh mengajak untuk meyakininya saja.
TAHAPAN DAKWAH RASULULLAH SAW
1.  Dakwah Secara Rahasia (Sirriyatud Dakwah)
            Nabi saw tidak menampakan da’wah di majelis-majelis umum orang-orang Quraisy, dan tidak melakukan da’wah kecuali kepada orang-orang yang memiliki hubungan kerabat atau kenal baik sebelumnya. Orang-orang pertama kali masuk Islam ialah Khadijah binti Khuwailid ra, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah mantan budak Rasulullah saw dan anak angkatnya, Abu bakar bin Abi Quhafah, Utsaman bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdur-Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan lainnya. Mereka ini bertemu dengan Nabi secara rahasia. Apabila diantara mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Mekah seraya bersembunyi dari pandangan orang Quraisy.
Dakwah Islam dimulai di Mekah dengan cara sembunyi-sembunyi. Dan Ibnu Ishaq menyebutkan, dakwah dengan cara ini berjalan selama tiga tahun.  Demikian pula dengan Abu Naim: ia mengatakan dakwah tertutup ini berjalan selama tiga tahun.
2    Da’wah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Da’wah)
Lalu Allah memerintahkan Rasul-Nya menyampaikan Islam dan mengajak kepadanya secara terang-terangan, setelah selama tiga tahun Rasulullah saw melakukan da’wah secara tersembunyi,ada nya firman ALLAH yang memerintahkan tentang berdakwah ini ke pada kerabat dan orang terdekat
Pada waktu itu pula Rasulullah saw segera melaksanakan perintah Allah, kemudian menyambut perintah Allah, “Maka siarkanlah apa yang diperintahkan kepadamu dan janganlah kamu pedulikan orang-orang musyrik” dengan pergi ke atas bukit Shafa lalu memanggil, “Wahai Bani Fihir, wahai Bani ‘Adi,“Dan disitu mereka berkumpul untuk mendengarkan apa yang di katakana nabi Muhammad saw. Da’wah Nabi saw secara terang-terangan ini ditentang dan ditolak oleh bangsa Quarisy, dengan alasan bahwa mereka tidak dapat meninggalkan  agama yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan sudah menjadi bagian dari tradisi kehidupan mereka. Selanjutnya di jelaskan oleh Nabi saw bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak dapat memberi faidah atau bahaya sama sekali.
PRINSIP-PRINSIP DAKWAH RASULULLAH
Prinsip dakwah Rasulullah saw dapat diturunkan dari fase atau pembabakan kehidupan Muhammad saw. Banyak ahli  yang merumuskan kehidupan Rasulullah dalam beberapa fase, yakni fase pertama Muhammad saw sebagai pedagang, fase kedua Muhammad saw sebagai nabi dan rasul. Kedua fase ini berlangsung dalam periode Mekah. Fase ketiga Muhammad saw sebagai politisi dan negarawan, dan fase keempat Muhammad saw sebagai pembebas. Fase ketiga dan keempat berlangsung dalam periode Madinah.
Dilihat dari langkah-langkah dan sudut pandang pengembangan dan pembangunan masyarakat, terdapat tiga posisi penting fungsi Rasulullah saw sebagai figur pemimpin umat, yakni: Pertama, Rasulullah saw sebagai peneliti masyarakat, kedua, Rasulullah saw sebagai pendidik masyarakat, ketiga Rasulullah saw sebagai negarawan dan pembangun masyarakat. Rasulullah saw sering mengadakan tafakur (merenung), dan kadang-kadang berkhalwat, bersemedi (tahannus) di suatu tempat sunyi yang terkenal dengan Gua Hira. Di tempat inilah beliau mengolah, menganalisis, mengklarifikasi, dan mengambil kesimpulan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam sikap, langkah, dan pendekatan strategi perjuangan hidup dan kehidupannya. Objektivitas, akurasi, dan validitas hasil penelitian dan perenungan itu tidak diragukan lagi karena beliau termasyhur sebagai orang jujur (al-amin).
Adapun sistim pembinaan dan pendidikan yang dikembangkan Rasulullah saw adalah sistim kaderisasi dengan membina beberapa orang sahabat. Kemudian para sahabat ini mengembangkan Islam ke berbagai penjuru dunia. Dimulai dari Khulafa Ar-Rasyidin, kemudian generasi berikutnya. Dimulai dari pembinaan dan kaderisasi di Mekah yang agak terbatas, kemudian dikembangkan di Madinah dengan membentuk komunitas muslim di tengah-tengah masyrakat Madinah yang cukup heterogen.
Adapun di Madinah, pembinaan yang dilakukan Rasulullah saw lebih banyak ditekankan pada pembentukan masyarakat muslim di tengah-tengah masyarakat nonmuslim. Ayat-ayat Al-Qur’an yang turun di periode ini lebih ditekankan pada masalah muamalah, sistim kemasyarakatan, kenegaran, hubungan sosial, hubungan antaragama (toleransi), ta’awun, ukhuwah, dan sebagainya. Ayat-ayat yang turun pada periode ini biasanya panjang-panjang dan diawali ungkapan “Ya ayyuha al-ladzina amanu”.
beberapa prinsip dakwah Rasulullah saw, yaitu sebagai berikut:
  • Mengetahui medan (mad’u) melalui penelitian dan perenungan.
  • Melalui perncanaan pembinaan, pendidikan, dan pengembangan serta pembangunan masyarakat.
  • Bertahap, diawali dengan cara diam-diam (marhalah sirriyah), kemudian cara terbuka (marhalah  alaniyyah). Diawali dari keluarga dan teman terdekat, kemudian masyarakat secara umum.
  • Melalui cara dan strategi hijrah, yakni menghindari siutasi yang negative untuk menguasai suasana yang lebih positif.
  • Melalui syiar dan pranata Islam, antara lain melalui khotbah, adzan, iqamah, dan shalat berjamaah, ta’awun, zakat, dan sebagainya.
  • Melalui musyawarah dan kerja sama, perjanjian dengan masyarakat sekitar, seperti dengan Bani Nadhir, Bani Quraidzah, dan Bani Qainuqa.
  • Melalui cara dan tindakan yang akomodatif, toleran, dan saling menghargai.
  • Melalui nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, dan demokratis.
  • Menggunakan bahasa kaumnya, melalui kadar kemampuan pemikiran masyarakat (ala qadri uqulihim).
  • Melalui surat. Sebagaimana yang telah dikirim ke raja-raja berpengaruh pada waktu itu, seperti pada Heraklius.
  • Melalui uswah hasanah dan syuhada ala an-nas, dan melalui peringatan, dorongan dan motivasi (tarhib wa targhib).




MATERI DAKWAH
            Menurut HAFI ANSHARI pesan dakwah adalah pesan-pesan, materi atau segala sesuatu yang harus di sampaikan oleh Da’i ke pada Mad’u yaitu seluruh ajaran islam di kitabullah maupun sunnah Rasul-Nya. Pesan dakwah adalah islam atau syariat adalah kebenaran hakiki yang datang dari ALLAH melalui malaikat jibrilkepada para nabi-Nya dan yang terakhir kepada nabi muhammad SAW.
            Pesan dakwah merupakan penyampaian pesan da’i kepada mad’u yang pada pokok nya mengandung 3 prinsip :
a.    Aqidah yang menyangkut masalah keimanan atau kepercayaan terhadap ALLAH SWT
b.    Syariat yakni serangkain ajaran yang menyangkut aktifitas semua muslim di dalam semua aspek kehidupan nya ,mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak, mana yang halal dan yang haram, dan lain-lain.juga menyangkut hubungan manusia kepada ALLAH AWT  dan semua nya
c.    Akhlaq (budi pekerti) yakni menyangkut tata cara berhubungan baik secara vertikal dengan  ALLAH dan secara horizontal dengan sesama manusia dan mkhluk lain nya
`           materi dakwah biasanya disebut juga dengan idiologi dakwah yang berpangkal dari ajaran islam itu sendiri yakni Al-qur’an dan Hadits sebagai sumber utama, materi dakwah juga dapat bersumber dari  Ra’yu  ulama asalkan tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan hadits, yang bisa dijadikan materi dakwah bukan hanya sesuatu yang datang dari ALLAH yang berupa wahyu atau yang di sabdakan oleh nabi Muhammad SAW, tapi juga bisa adat istiadat, budaya atau hasil pemikiran manusia yang baik dan tidak bertentangan dengan akal sehat dan ajaran islam
            Sumber utama materi dakwah ialah  Al-qur’an itu sendiri yang tidak lain mengandung sepuluh maksud pesan  Al-qur’an sebagai sumber utama islam yaitu:
  1. Menjelaskan haikat tiga rukun agama islam yaitu: iman, islam dan ihsan yang tellah di dakwah kan oleh para nabi dan rasul
  2. Menjelaskan segala sesuatu yang belum diketahui manusia tentang hakikat kenabian
  3. Menyempurnakan segala aspek psikologi manusia secara individu, kelompok dan masyarakat
  4. Mereformasi kehidupan sosial masyarakat atau sosial politis di atas dasar kesatuan nilai  kedamaian dan keselamatan dalam beragama
  5. Menokohkan keistemewaan universitas dalam pembentukan kepribadian melalui kewajban dan larangan
  6. Menjelaskan hukum islam tentang kehidupan politik negara
  7. Membimbing penggunaan urusan harta
  8. Mereformasi sistem peperangan guna mewujudkan kebaikan dan kemashalatan manusia dan mencegah dehumanisasi
  9. Menjamin dan memberikan kedudukan yang layak bagi hak-hak kemanusian wanita dalam beragama dan berbudaya
  10. Membebaskan perbudakan
Tema materi dakwah di berikan sessuai menurut situasi dan kondisi objek dakwah dan situasi masyarakat yang menjadi mad’u, sehingga dapat menentukan materi yang tepat untuk disampaikan karna itu di perlukan pengetahuan dan pengalaman












BAB III
KESIMPULAN
Rasullullah dalam berdakwah tidak begitu banyak yang menyukai  disini Rasullullah sempat ingin dibunuh oleh kafir Quraisy.Tanpa ia duga rasullullah mengetahui isi hatinya tersebut.Tapi Rasullullah menegurnya dengan dengen lembut dan orang yang ingin membunuh rasullullah tersebut menjadi ketakutan dan memungkiri dengan apa yang sudah dikatakan oleh nabi rasullullah.Tapi Rasullullah tidak marah dengan kebohongan yang sudah dia katakan,dakwah Rasullullah yang mempunyai beberapa tahapan prinsif dakwah yaitu: dari fase atau pembabakan kehidupan Muhammad saw. Banyak ahli  yang merumuskan kehidupan Rasulullah dalam beberapa fase, yakni fase pertama Muhammad saw sebagai pedagang, fase kedua Muhammad saw sebagai nabi dan rasul. Kedua fase ini berlangsung dalam periode Mekah. Fase ketiga Muhammad saw sebagai politisi dan negarawan, dan fase keempat Muhammad saw sebagai pembebas. Fase ketiga dan keempat berlangsung dalam periode Madinah.
Ada nya beberapa tahapan rasullullah dalam berdakwah:
1.  Dakwah Secara Rahasia (Sirriyatud Dakwah)
2    Da’wah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Da’wah)
Banyak nya firman ALLAH yang menyuruh kita untuk berdakwah jadi jangan lah kita males berdakwah kalau nya itu kita mampu di karnakan itu sudah merupakan kewajiban bagi kita manusia untuk melakukan dakwah terhadap kerabat dan orang terdekat kita
tetapiTujuan dakwah, juga akan terwujud bila dilakukan dalam kerangka metode (manhaj) yang jelas; metode yang memberikan batasan visi dan misi yang jelas serta dapat mencegah terjadinya kerancuan pemahaman, ketumpang tindihan antara tujuan dan sarana, ketidak teraturan fase-fase yang harus dilalui, dan terjadinya penyimpangan tujuan terpenting dakwah demi mengejar kepentingan parsial dan sesaat, atau mengejar hasil secepatnya dengan kekuatan sebelum waktunya, atau hanya sekedar menuruti hawa nafsu dan ke-jumud-an dalam masalah-masalah furu’iyah (sekunder) yang disebabkan oleh rendahnya wawasan dan pengetahuan
materi dakwah biasanya disebut juga dengan idiologi dakwah yang berpangkal dari ajaran islam itu sendiri yakni Al-qur’an dan Hadits sebagai sumber utama,
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN PIAN :3
Judul: METODE DAKWAH RASUL DAN MATERI DAKWAH
Ditulis oleh ecoz hantu_laut
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://carimalaran.blogspot.com/2011/10/ibnu-khaldun.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

Mr Simpel mengatakan...

tes

Poskan Komentar

credit for cara membuat email - Copyright of Bawel Tabaluga.